Perpustakaan Xin Zhong menghadiri Forum Group Discussion yang membahas transformasi perpustakaan dan peran pustakawan di era kecerdasan buatan.
Surabaya, 28 Januari 2026 – Perpustakaan Xin Zhong menghadiri kegiatan Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh FPPTI Jawa Timur bekerja sama dengan Universitas Dinamika. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang membahas isu terkait masa depan perpustakaan di era Artificial Intelligence (AI).
Narasumber pertama, Safirotu Khoir, Ph.D. (Universitas Gadjah Mada), menyampaikan bahwa perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai pusat koleksi, tetapi juga sebagai pendukung riset dan pembelajaran berbasis data. Pustakawan perlu memiliki kompetensi baru, seperti literasi data dan pemanfaatan teknologi AI secara tepat. Safirotu mengibaratkan AI seperti rice cooker dalam memasak nasi, di mana teknologi membantu pekerjaan manusia, namun tetap membutuhkan peran manusia agar hasilnya sesuai harapan.
Sementara itu, Lidya Rosiana, S.Sos., M.SIP. menyampaikan bahwa stres merupakan bagian dari kehidupan dan pekerjaan, khususnya di tengah perubahan teknologi yang cepat. Ia menjelaskan bahwa sumber stres dapat berasal dari tuntutan pimpinan yang tidak sebanding dengan jumlah sumber daya manusia, tuntutan pemanfaatan teknologi ketika SDM belum sepenuhnya siap, pekerjaan ganda tanpa kejelasan prioritas, serta pembagian tugas dengan rekan kerja yang belum seimbang. Kondisi tersebut perlu dikelola dengan baik agar pustakawan tetap dapat bekerja secara optimal.
Melalui kegiatan ini, Perpustakaan Xin Zhong memandang transformasi di era AI sebagai upaya yang perlu diimbangi antara pemanfaatan teknologi dan penguatan peran pustakawan, guna mendukung layanan perpustakaan sekolah yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.