Text
Perjalanan Menuju Kearifan : Voyage To Wisdom Sidik W.Martowidjojo (Ma Yong Qiang )
Abstract
Perjalanan Menuju Kearifan
Ketika kita di depan sebuah lukisan Sidik, apa yang kita lihat, apa yang menarik perhatian kita? Suatu perpaduan warna abstrak di suatu lukisan, suatu pemandangan yang meredup diselimuti kabut di gambar yang lain, sebuah gedung kecil mungil menyendiri di tengah lembah dan gunung. Ya, begitulah. Tetapi jangan kita tertipu: Sidik bukan pelukis abstrak, bukan juga pelukis pemandangan. Titik mula dan titik akhir karyanya memanglah alam. Dia menggambarkan bagaimana unsur alam memudar dan menghilang di dalam alam itu sendiri. Dari figurasi yang "menghilang" dalam kabut hingga alam -air, angin- yang hanya tersisa energinya.
Mengapa dia memilih ekspresi ini? Karena Sebagai seniman yang memahami Tao, Sidik mengangkat Tao ke zaman modern dan ingin menunjukkan bagaimana di ujung segalanya, dan apa pun riak-riak hidup dan realitas fisik, akan berakhir dengan menyatu ke dalam alam semesta.
Di dalam upaya representasi ini, apakah dia modern? Ya, sangat, meskipun bukan di dalam artian yang umum diberikan pada istilah itu di dalam seni. Dia modern oleh karena membawa satu langkah lebih maju lagi tradisi spiritualis seni China, yang sudah berabad-abad tuanya itu. Dia memperkayanya dengan unsur-unsur keberanian warisan Barat, terutama di dalam hal warna.
Seni lukis Sidik adalah ketika seni menjadi kearifan, dan kearifan menjadi seni.
Ketika kita di depan sebuah lukisan Sidik, apa yang kita lihat, apa yang menarik perhatian kita? Suatu perpaduan warna abstrak di suatu lukisan, suatu pemandangan yang meredup diselimuti kabut di gambar yang lain, sebuah gedung kecil mungil menyendiri di tengah lembah dan gunung. Ya, begitulah. Tetapi jangan kita tertipu: Sidik bukan pelukis abstrak, bukan juga pelukis pemandangan. Titik mula dan titik akhir karyanya memanglah alam. Dia menggambarkan bagaimana unsur alam memudar dan menghilang di dalam alam itu sendiri. Dari figurasi yang "menghilang" dalam kabut hingga alam -air, angin- yang hanya tersisa energinya.
Mengapa dia memilih ekspresi ini? Karena Sebagai seniman yang memahami Tao, Sidik mengangkat Tao ke zaman modern dan ingin menunjukkan bagaimana di ujung segalanya, dan apa pun riak-riak hidup dan realitas fisik, akan berakhir dengan menyatu ke dalam alam semesta.
Di dalam upaya representasi ini, apakah dia modern? Ya, sangat, meskipun bukan di dalam artian yang umum diberikan pada istilah itu di dalam seni. Dia modern oleh karena membawa satu langkah lebih maju lagi tradisi spiritualis seni China, yang sudah berabad-abad tuanya itu. Dia memperkayanya dengan unsur-unsur keberanian warisan Barat, terutama di dalam hal warna.
Seni lukis Sidik adalah ketika seni menjadi kearifan, dan kearifan menjadi seni.
Specifications
Publisher
KPG (Keputusan Populer Gramedia ) • 2022
Place of Publication
Jakarta
Edition
-
Physical Description
Jakarta
Language
Bilingual
Classification
920 COU p
Subject(s)
Inventory Status
| 17863-2020-PR | 920 COU p | Primary's Library | Tersedia - Bahasa Bilingual |