Text
Surabaya Tumpah Darahku
Abstract
Penguasaan Bahasa Belanda yang sebelumnya menjadi kebanggan orang Ambon di zaman penjajahan Belanda, menjadi tak berarti dan malah harus disembunyikan di zaman penjajahan Jepang. Bahasa Indonesia menjadi bahasa yang bukan hanya digunakan karena mereka merupakan orang Indonesia, tetapi saat itu pemakaian bahasa itu menyelamatkan mereka dari Jepang.
Inilah cerita tentang permukiman orang Ambon bentukan Jepang di Surabaya. Orang Ambon di Krembangan Barat diusir dari rumahnya yang besar-besar untuk dipakai orang Jepang dengan iming-iming akan dipulangkan ke Ambon. Mereka berbondong-bondong diangkut dengan prahoto ke Surabaya, yaitu pasar Kapas Krampung yang masih berupa rawa-rawa. Mereka harus membuat sendiri rumah mereka dari papan, diberi jatah makan oleh orang Jepang, sampai lupa bahwa mereka ditampung di sana dengan harapan akan dipulangkan ke Ambon.
Inilah cerita tentang permukiman orang Ambon bentukan Jepang di Surabaya. Orang Ambon di Krembangan Barat diusir dari rumahnya yang besar-besar untuk dipakai orang Jepang dengan iming-iming akan dipulangkan ke Ambon. Mereka berbondong-bondong diangkut dengan prahoto ke Surabaya, yaitu pasar Kapas Krampung yang masih berupa rawa-rawa. Mereka harus membuat sendiri rumah mereka dari papan, diberi jatah makan oleh orang Jepang, sampai lupa bahwa mereka ditampung di sana dengan harapan akan dipulangkan ke Ambon.
Specifications
Publisher
Kompas Media Nusantara • 2016
Place of Publication
Jakarta
Edition
-
Physical Description
344p.;ill.;21cm
Language
Indonesia
Classification
899.221 BRA s
Subject(s)
Inventory Status
| 2376-2020-PU | 899.221 BRA s | Secondary and Pre-University's Library (Secondary) | Tersedia - Bahasa Indonesia |