Temukan ribuan koleksi buku favorit di Xin Zhong Library
Surabaya, 14 Juli 2026 – Pustakawan Xin Zhong, Wahyuni Hidayatun, mengikuti Workshop Peningkatan Kapasitas Pustakawan dan Tenaga Perpustakaan Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur di Hotel Elmi Surabaya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi pustakawan dalam mengembangkan layanan perpustakaan, memperkuat budaya literasi, serta menghadirkan program yang mampu menjawab kebutuhan pengguna perpustakaan.
Workshop menghadirkan 3 narasumber yang membagikan materi mengenai penguatan budaya literasi, praktik baik pengelolaan perpustakaan sekolah, serta strategi promosi perpustakaan.
Pada sesi pertama, Menia Prasyesti Kurniasi, S.IIP., M.A., dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga, menyampaikan materi bertajuk "Perpustakaan Sekolah sebagai Jantung Ekosistem Literasi." Menurutnya, budaya membaca dibangun melalui peran keluarga, sekolah, dan perpustakaan yang saling mendukung. Pustakawan juga memiliki peran sebagai curator yang menyeleksi koleksi maupun informasi sebelum disampaikan kepada peserta didik. Selain menyediakan koleksi digital dan buku-buku yang sesuai dengan kebutuhan siswa, perpustakaan juga didorong untuk memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), serta menyelenggarakan berbagai program literasi, seperti membaca 15 menit, resensi buku, penulisan cerita pendek, silent reading, hingga kegiatan edukatif yang dapat meningkatkan minat baca.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Ziah Naililla, S.Kom., yang membagikan praktik baik pengelolaan Perpustakaan SMA Negeri 1 Sidoarjo. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai program dan fasilitas yang telah diterapkan, di antaranya layanan audio visual, Community Corner, pojok baca di setiap kelas yang dikelola oleh duta baca, ruang diskusi, ruang baca yang nyaman, serta penyediaan koleksi buku perguruan tinggi sebagai referensi bagi siswa yang sedang mempersiapkan pendidikan lanjutan. Penataan ruang dan pembaruan koleksi secara berkala juga menjadi bagian dari upaya menciptakan perpustakaan yang menarik dan nyaman bagi pengunjung.
Pada sesi terakhir, Luwitaningsari, S.Sos., Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, menyampaikan materi mengenai strategi promosi perpustakaan. Ia menjelaskan bahwa promosi dapat dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari orientasi perpustakaan, pameran, kunjungan sekolah, perpustakaan keliling, hingga pemanfaatan media digital seperti Instagram, TikTok, YouTube, WhatsApp, dan website. Selain itu, kolaborasi dengan sekolah, komunitas, maupun Bunda Literasi juga menjadi salah satu upaya untuk memperluas jangkauan promosi. Dalam sesi ini, peserta juga diperkenalkan dengan konsep ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) sebagai langkah awal dalam menyusun media promosi yang menarik, disertai prinsip-prinsip dasar desain agar informasi yang disampaikan lebih efektif.
Melalui workshop ini, Wahyuni Hidayatun memperoleh berbagai referensi mengenai penguatan budaya literasi, pengelolaan perpustakaan sekolah, serta strategi promosi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Perpustakaan Xin Zhong. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bahan pengembangan layanan dan program perpustakaan sehingga semakin mampu mendukung kegiatan belajar serta meningkatkan minat baca warga sekolah.
Xin Zhong School Librarian Attends the 2026 Capacity Building Workshop for Librarians and Library Staff
Surabaya, July 14, 2026 – Xin Zhong School librarian, Wahyuni Hidayatun, participated in the 2026 Capacity Building Workshop for Librarians and Library Staff organized by the East Java Provincial Library and Archives Service at Hotel Elmi Surabaya. This activity aimed to enhance the competency of librarians in developing library services, strengthening literacy culture, and delivering programs capable of meeting library user needs.
The workshop featured three speakers who shared materials on strengthening literacy culture, best practices in school library management, and library promotional strategies.
Through this workshop, Wahyuni Hidayatun gained various references regarding literacy culture reinforcement, school library management, and promotional strategies tailored to the needs of Xin Zhong School Library. The knowledge obtained is expected to serve as a resource for service and program development, making it more capable of supporting learning activities and increasing reading interest across the school community.